Banda Aceh — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Banda Aceh menerima kunjungan Tim Kota Seoul dalam rangka membahas pengembangan konsep Outdoor Library sebagai salah satu inovasi layanan perpustakaan yang dapat memberikan pengalaman membaca yang lebih nyaman, terbuka, dan menarik bagi masyarakat, Senin 24 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut berlangsung di ruang kerja Kepala Dispersip Kota Banda Aceh. Tim Kota Seoul diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh, ibu Cut Azharida, SH yang didampingi oleh Kepala Bidang Perpustakaan Ibu Syukriah, SKM,MKM, Kepala Bidang Kearsipan Ibu Sri Syahrawati, S.KM serta Pustakawan Ahli Muda, Musnahayati, S.Pd.I. Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam membahas konsep dan pengembangan Outdoor Library, mulai dari pemanfaatan ruang terbuka sebagai area membaca, penataan fasilitas pendukung, kenyamanan pengunjung, hingga upaya menciptakan ruang literasi yang ramah bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda serta berbagi pengalaman, inovasi dalam menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang lebih kreatif, inklusif, dan dekat dengan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Kota Seoul Korea Selatan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh juga melihat secara langsung fasilitas dan layanan perpustakaan sekaligus bertukar informasi mengenai pengelolaan perpustakaan serta pengembangan budaya literasi di masyarakat.
Pengembangan Outdoor Library diharapkan dapat menjadi alternatif ruang literasi yang lebih kreatif dan interaktif. Kehadiran perpustakaan di ruang terbuka juga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung, membaca, belajar, serta memanfaatkan berbagai layanan perpustakaan.
Kepala Dispersip Kota Banda Aceh menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Kota Seoul dan berharap pembahasan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat inovasi layanan perpustakaan di Kota Banda Aceh.
“Pengembangan Outdoor Library merupakan gagasan yang sangat baik untuk menghadirkan perpustakaan lebih dekat dengan masyarakat. Ruang literasi tidak hanya berada di dalam gedung, tetapi juga dapat dikembangkan di ruang terbuka yang nyaman dan menarik,” ujarnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diskusi konstruktif. Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin pertukaran gagasan dan pengalaman yang dapat mendukung pengembangan perpustakaan serta penguatan budaya literasi di Kota Banda Aceh. Selanjutnya, Tim Kota Seoul melanjutkan agenda ke Pendopo Wali Kota Banda Aceh untuk mengikuti rapat kerja.
